BANDUNG – Menuju pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar.
Rapat koordinasi persiapan Porprov XV digelar di Gedung KONI Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari tahapan pemantapan untuk memastikan seluruh rangkaian penyelenggaraan berjalan sesuai jadwal.
Porprov XV Jawa Barat 2026 akan berlangsung pada 7 hingga 20 November 2026. Kota Bekasi dipercaya menjadi salah satu tuan rumah bersama Kota Bogor dan Kota Depok untuk penyelenggaraan pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Ketua Umum KONI Jawa Barat, Muhammad Budiana, mengatakan persiapan Porprov XV telah berjalan sejak awal tahun melalui berbagai tahapan yang telah dirancang secara sistematis.
Menurutnya, KONI Jabar berupaya menghadirkan penyelenggaraan olahraga multievent yang tidak hanya sukses dari sisi pertandingan, tetapi juga memiliki tata kelola yang profesional, modern, dan akuntabel.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah penerapan sistem teknologi informasi dalam proses pendataan atlet. KONI Jabar telah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) IT untuk proses approval atlet sejak 30 Maret 2026.
Budiana menjelaskan, sistem pendataan tersebut menjadi inovasi penting dalam memastikan validitas data atlet. Bahkan, pengelolaan data secara terintegrasi pada Porprov XV dinilai dapat menjadi contoh bagi KONI di daerah lain.
“Keberhasilan Porprov bukan hanya diukur dari suksesnya pertandingan, tetapi juga dari kualitas tata kelola, kesiapan teknologi informasi, validitas data atlet, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan olahraga,” kata Budiana.
Tahapan selanjutnya akan dilanjutkan dengan Chef de Mission (CdM) Meeting II pada 28 Juli 2026 di Kota Bogor.
Setelah itu, pada Agustus akan dilaksanakan Bimtek IT III yang berfokus pada pengelolaan pertandingan dan manajemen event. Kemudian memasuki September, seluruh kontingen akan mengikuti Delegation Registration Meeting (DRM) sebagai tahapan akhir sebelum Porprov XV digelar.
Sementara itu, Kepala Dispora Jawa Barat Herry Antasari meminta seluruh Dispora dan KONI kabupaten/kota memperkuat kerja sama dalam menyukseskan Porprov XV.
Ia menyebut adanya tantangan efisiensi anggaran membuat penyelenggaraan tahun ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan sebelumnya. Namun, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat pembinaan dan prestasi olahraga Jawa Barat.
Dengan kesiapan yang terus diperkuat, Porprov XV Jawa Barat 2026 diharapkan menjadi momentum bagi Kota Bekasi untuk menunjukkan kemampuan sebagai tuan rumah sekaligus memperkuat citra daerah dalam bidang olahraga.
