UPDATEBEKASI.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat mulai berburu hewan kurban di berbagai lapak penjualan. Namun, masyarakat diingatkan agar tidak hanya mempertimbangkan ukuran tubuh atau harga saat memilih hewan.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, melalui informasi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, mengingatkan masyarakat untuk memastikan hewan kurban berada dalam kondisi sehat, cukup umur, serta bebas dari gejala penyakit.
Kesehatan hewan menjadi syarat awal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembelian.
Hewan kurban yang sehat umumnya terlihat aktif, tidak lemas, dan memiliki nafsu makan yang baik. Dari sisi fisik, cirinya dapat dikenali melalui mata yang cerah, bulu bersih dan mengilap, serta hidung yang tampak lembap secara normal.
Sebaliknya, masyarakat diminta menghindari hewan yang menunjukkan tanda gangguan kesehatan seperti lesu berkepanjangan, mengalami luka serius, atau kondisi tubuh yang tampak menurun.
Selain kondisi kesehatan, usia hewan juga menjadi syarat penting dalam pelaksanaan kurban.
Untuk kambing dan domba, usia minimal hewan adalah satu tahun atau telah mengalami pergantian gigi seri tetap. Sedangkan sapi dan kerbau minimal berusia dua tahun atau sudah mengalami pergantian gigi seri tetap.
Di lapangan, pemeriksaan usia umumnya dilakukan melalui pengecekan gigi.
Pada kambing dan domba, pergantian dua gigi susu bagian depan menandakan usia hewan berkisar 12 hingga 18 bulan. Sementara pada sapi dan kerbau, pergantian gigi biasanya mulai terlihat saat usia mendekati 22 bulan.
Masyarakat juga perlu memastikan hewan kurban tidak mengalami cacat fisik yang dapat memengaruhi kelayakan menurut syariat.
Beberapa kondisi yang perlu dihindari antara lain hewan buta, pincang, terlalu kurus, telinga terpotong, maupun ekor putus.
Ditjen PKH Kementerian Pertanian menegaskan hewan yang tidak memenuhi ketentuan syariat tidak dapat dinyatakan sah sebagai hewan kurban. Jika tidak memenuhi syarat, hewan tersebut hanya menjadi daging konsumsi biasa.
Untuk menjamin kelayakan hewan, masyarakat disarankan membeli ternak dari lapak atau sentra penjualan yang telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan.
Dengan meningkatnya kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha, warga Bekasi diharapkan lebih selektif agar hewan yang dipilih tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memenuhi seluruh ketentuan syariat.
