{"id":616,"date":"2026-06-02T14:23:41","date_gmt":"2026-06-02T14:23:41","guid":{"rendered":"https:\/\/updatebekasi.com\/?p=616"},"modified":"2026-06-02T14:23:41","modified_gmt":"2026-06-02T14:23:41","slug":"warga-indonesia-paling-khawatir-pekerjaannya-digantikan-ai-ini-hasil-survei-global-terbaru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/2026\/06\/02\/warga-indonesia-paling-khawatir-pekerjaannya-digantikan-ai-ini-hasil-survei-global-terbaru\/","title":{"rendered":"Warga Indonesia Paling Khawatir Pekerjaannya Digantikan AI, Ini Hasil Survei Global Terbaru"},"content":{"rendered":"<p><strong>UPDATEBEKASI<\/strong>&#8211; Teknologi Artificial Intelligence (AI) berkembang semakin cepat dan kini mulai digunakan di berbagai bidang pekerjaan. Mulai dari membuat tulisan, menganalisis data, menerjemahkan bahasa, hingga menghasilkan gambar dan video, banyak tugas yang sebelumnya dilakukan manusia kini dapat dibantu oleh kecerdasan buatan.<\/p>\n<p>Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan kekhawatiran baru. Salah satunya terkait kemungkinan berkurangnya lapangan kerja akibat otomatisasi yang semakin luas.<\/p>\n<p>Lembaga riset global Ipsos dalam laporan <em>Predictions Report 2026<\/em> mengungkap bahwa mayoritas masyarakat dunia merasa khawatir AI akan menghilangkan banyak pekerjaan di masa depan.<\/p>\n<p>Survei yang dilakukan pada 24 Oktober hingga 7 November 2025 itu melibatkan 23.642 responden dewasa dari 30 negara. Hasilnya, sebanyak 67 persen responden menyatakan percaya bahwa AI akan menyebabkan banyak pekerjaan hilang. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 64 persen.<\/p>\n<p>Indonesia menjadi salah satu sorotan dalam survei tersebut. Sebanyak 76 persen responden Indonesia mengaku khawatir AI akan menggantikan pekerjaan manusia. Angka ini menjadi yang tertinggi di dunia bersama Singapura yang mencatat persentase serupa.<\/p>\n<p>Di bawah Indonesia dan Singapura terdapat Kolombia, Turki, dan Prancis dengan tingkat kekhawatiran sebesar 73 persen. Sementara Malaysia, Afrika Selatan, dan Australia berada di angka 72 persen.<\/p>\n<p>Berikut daftar negara dengan tingkat kekhawatiran tertinggi terhadap dampak AI pada lapangan kerja:<\/p>\n<ul>\n<li>Indonesia (76 persen)<\/li>\n<li>Singapura (76 persen)<\/li>\n<li>Kolombia (73 persen)<\/li>\n<li>Turki (73 persen)<\/li>\n<li>Prancis (73 persen)<\/li>\n<li>Malaysia (72 persen)<\/li>\n<li>Afrika Selatan (72 persen)<\/li>\n<li>Australia (72 persen)<\/li>\n<li>Peru (70 persen)<\/li>\n<li>Britania Raya (69 persen)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Meski demikian, banyak pengamat menilai AI tidak hanya berpotensi mengurangi pekerjaan tertentu, tetapi juga membuka peluang profesi baru yang sebelumnya tidak ada. Kemampuan beradaptasi, meningkatkan keterampilan digital, dan memahami teknologi menjadi faktor penting agar tenaga kerja tetap relevan di era transformasi digital.<\/p>\n<p>Perdebatan mengenai AI dan masa depan pekerjaan diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, seiring semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut di berbagai sektor industri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UPDATEBEKASI&#8211; Teknologi Artificial Intelligence (AI) berkembang semakin cepat dan kini mulai digunakan di berbagai bidang pekerjaan. Mulai dari membuat tulisan, menganalisis data, menerjemahkan bahasa, hingga menghasilkan gambar dan video, banyak tugas yang sebelumnya dilakukan manusia kini dapat dibantu oleh kecerdasan buatan. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan kekhawatiran baru. Salah satunya terkait kemungkinan berkurangnya lapangan kerja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":617,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49,15],"tags":[61,62,63],"class_list":["post-616","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-technology","tag-artificial-intelligence","tag-dampak-ai-terhadap-pekerjaan","tag-survei-ipsos-2026"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=616"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":618,"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/616\/revisions\/618"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/updatebekasi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}